Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian5) Tawanan Perang

Kegelapan malam datang sewaktu aku tiba di perkemahan para prajurit yang menjaga perbatasan negeri. Terdengar tawa kegilaan yang tak asing menyusup masuk ke telingaku. Dua orang sahabatku Rogan dan Larson ada dalam satu kemah. Bau menyengat anggur memenuhi atmosfer tiap sudut ruang kemah. Mereka mabuk bersama beberapa prajurit lainnya, merayakan pesta keberhasilan memukul mundur pasukan Astarian yang mencoba kembali menyerang hari ini.

“Hey Aleron, kemana saja kau? Kau melewatkan kehebatanku terbang diatas awan mengejar roh kaum astarian yang ketakutan melihatku hahahahaa…..” kata Rogan yang terbaring lemas dilantai.

“Oh tidak! apa yang kalian lakukan disini ha…!! Kesatria hebat seperti kalian tak pantas bersikap seperti ini.!

“Ayo bergabung sobat… minumlah sedikit karna ada kejutan yang kusiapkan untukmu!” Larson yang setengah sadar bangkit dari kursinya dan menawarkan sisa anggur miliknya. Lengan tangan kananya menekan pundakku, menopang sedikit berat tubuhnya, lalu mendorong berjalan mengiring aku menuju ruang bawah tanah.

Di ruangan yang diterangi cahaya suram lentera tertutup, tampak Devin sedang menginterogasi seorang Astarian yang tertangkap. Teriakan siksaan merobek kekelaman malam. Tawanan ini tetap teguh dengan kesetiaannya yang tidak mau memberitahu keberadaan dan rencana mereka. Kemudian Larson mengelurkan pedangku dan kedua tanganku dibuatnya menggenggam pedangku “kau belum pernah membunuh musuh kan?! Nah.. sekarang inilah kesempatanmu.” Dengan sedikit berbisik ia memaksa aku membunuh tawanan itu. Sorot mata tawanan ini menatapku tajam, seakan berkata… ayo bunuh aku sekarang juga, agar aku segera terlepas dari siksaan ini!

“Hahaha… Lihat ada prajurit yang baik hati terhadap musuh, lalu apa kau mau melepaskannya pergi? Dasar bodoh!!” Devin tertawa melihatku yang menurunkan acungan pedang dan tak membunuh tawanan itu.

“Ia sudah tak berdaya, bagaimana mungkin aku bisa membunuhnya”

“Tapi jika kau melepasnya pergi, mungkin suatu saat ia akan kembali sebagai seorang kesatria hebat yang akan membunuhmu!” sela Devin.

“Bagaimana jika aku membantumu membunuhnya.” Lalu dengan cepat Larson kembali mengangkat pedang genggamanku dan menusuk dada tawanan itu.

“Lain kali, kau harus membunuh musuh dengan tanganmu sendiri, jika tidak berhentilah bermimpi menjadi kesatria hebat!”

 

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti Spam!! Isi jawaban di bawah *


DMCA.com