Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian6) Altar Gereja

Dinginnya udara pagi berhembus masuk kedalam kemah yang terbuka lebar, membangunkan aku yang terlelap penuh damai. Masih terlalu pagi, Devin dan pasukannya membuat upacara pemakaman ditengah-tengah embun pagi yang pekat untuk para prajurit yang tewas. Rogan dan Larson masih terlelap tanpa mimpi. Aku naik keatas menara pengawas. Sejenak mengamati upacara yang berlangsung penuh hikmat. Belum habis nyala api yang membakar jasad para prajurit, aku pergi meninggalkan upacara. Continue reading ?

Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian5) Tawanan Perang

Kegelapan malam datang sewaktu aku tiba di perkemahan para prajurit yang menjaga perbatasan negeri. Terdengar tawa kegilaan yang tak asing menyusup masuk ke telingaku. Dua orang sahabatku Rogan dan Larson ada dalam satu kemah. Bau menyengat anggur memenuhi atmosfer tiap sudut ruang kemah. Mereka mabuk bersama beberapa prajurit lainnya, merayakan pesta keberhasilan memukul mundur pasukan Astarian yang mencoba kembali menyerang hari ini. Continue reading ?

Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian4) Namira

Namira berasal dari keluarga petinggi Azara. Ayahnya adalah seorang anggota senat pemerintah. Ia bersahabat dengan putra putri bangsawan negeri ini. Rumah kakek dan neneknya di desa Lasa hancur diserang kaum Astarian dua bulan yang lalu. Aku tak tahu banyak tentangnya dan ia juga tak tahu banyak tentangku, yang ia tahu aku bersahabat dengan beberapa kesatria terhebat di negeri ini. Continue reading ?

Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian3) Tugas Bodoh

Sebelum memasuki istana, aku sering kali berjalan mengelilingi taman di luar istana. Melakukan hal bodoh yang menyenangkan seperti memperhatikan putri-putri cantik memetik bunga di taman istana. Dunia ini memang benar-benar indah. Pria selalu terpesona melihat kecantikan wanita, begitu juga denganku. Meskipun mereka tidak bisa menjadi milikku, tapi paling tidak mataku masih bisa menikmati kecantikan mereka. Continue reading ?

Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian2) Aku Dan Impianku

Pagi hari yang cerah, secerah wajahku yang melukiskan isi hatiku setelah apa yang terjadi kemarin. Tajamnya cahaya mentari membangkitkan aku dari kasur yang sering membawaku kedalam mimpi-mimpi  indah. Seekor kuda putih jantan kesayanganku keluar dari kediamannya. Milikku yang paling berharga. Makhluk yang kutemukan terjerat dalam semak belukar di hutan hujan. Meskipun tidak begitu gesit, ia cukup setia menemaniku pergi ke istana menjalankan tugas sebagai seorang prajurit di negeri Azara. Continue reading ?