Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian3) Tugas Bodoh

Sebelum memasuki istana, aku sering kali berjalan mengelilingi taman di luar istana. Melakukan hal bodoh yang menyenangkan seperti memperhatikan putri-putri cantik memetik bunga di taman istana. Dunia ini memang benar-benar indah. Pria selalu terpesona melihat kecantikan wanita, begitu juga denganku. Meskipun mereka tidak bisa menjadi milikku, tapi paling tidak mataku masih bisa menikmati kecantikan mereka. Continue reading ?

Buat Kamu Yang Tuhan Persiapkan Untukku, Terima Kasih Sudah Menunggu

Buat kamu, wanita terbaik yang Tuhan persiapkan untukku. Aku tak tahu dimana keberadaanmu. Mengenal dirimu siapa juga aku tak tahu. Mungkin kamu seorang teman baik dari saudara atau sahabatku. Mungkin kamu yang selalu duduk di meja kedua sebelah kanan kedai kopi disetiap kamis sore yang baru saja tersenyum manis kepadaku. Atau mungkin kamu seorang anak sekolahan dimasa putih abu-abu dulu yang kemarin berjumpa dan bertukar nomer telepon. Ku ingin ucapkan terima kasih kepadamu. Terima kasih karna kamu masih mau menungguku. Continue reading ?

Malaikat Kecil Dan Prajurit Bodoh – (Bagian2) Aku Dan Impianku

Pagi hari yang cerah, secerah wajahku yang melukiskan isi hatiku setelah apa yang terjadi kemarin. Tajamnya cahaya mentari membangkitkan aku dari kasur yang sering membawaku kedalam mimpi-mimpi  indah. Seekor kuda putih jantan kesayanganku keluar dari kediamannya. Milikku yang paling berharga. Makhluk yang kutemukan terjerat dalam semak belukar di hutan hujan. Meskipun tidak begitu gesit, ia cukup setia menemaniku pergi ke istana menjalankan tugas sebagai seorang prajurit di negeri Azara. Continue reading ?